Puisiku
EKUILIBRIUM
Temaran sisa-sisa malam menjemput semburat kuning di titik nadir
Mengantarkan damba pada hamba yang mendua
Membagi sejumput cita dan cinta pada yang fana
Yang tak pernah lelah membuntuti bayang-bayang petang
Yang tak pernah kecil hati menanti mentari pagi
Menelusuri baris demi baris kitab lusuh berisi wasiat para nabi
Mengitari bumi bak darwis bermakrifat
Lelahmu dibalas indah
Peluhmu luruh dalam munajat rindumu
Bintik hitam di wajah tuamu memberitahuku
Bahwa telah banyak senyum yang kau rangkum
Telah banyak duka yang kau lara
Telah banyak takut yang membuatmu turut
Menyusuri jalan haturkan harapmu pada-Nya
Halaban, 07022020
Elegi secangkir kopi
Kalau manis, kopi ini manis sekali
Kalau pahit, kopi ini pahit sekali
Dipuji untuk sesuatu yang tak pernah dlakukan, hanya dapat nama besar
Langganan:
Postingan (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar